Baru-baru ini banyak
terjadi kasus yang disebabkan karena keberadaan media sosial, seperti salah
satunya kasus salah seorang selebgram
yang dipanggil oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) diduga terkait
masalah konten vulgar dan penggunaan bahasa kasar yang diposting di akun media
sosialnya. Dalam budaya barat, mungkin hal tersebut sudah biasa terjadi dalam
lingkungan pergaulan. Tetapi di Indonesia, hal tersebut tentu saja melanggar
nilai dan norma yang berlaku. Perilaku itu dinilai bisa memberikan pengaruh
buruk terhadap remaja.
Pada
23 September 2016 lalu, BCA bekerjasama dengan Untar Career mengadakan acara
seminar bertemakan “Personal Branding on Social Media” yang diadakan di
Universitas Tarumanagara. Duardi Prihandoko—Head of Digital Marketing BCA—,
selaku pembicara dalam acara tersebut menjelaskan tentang bersosial media yang
baik dan menguntungkan. Menjadi terkenal di media sosial memanglah bukan hal
yang mudah. Kita harus pandai-pandai mengatur konten apa saja yang akan kita
posting. Konten yang berbobot dan juga memiliki manfaat untuk publik. Kita tidak
boleh sembarangan memposting sesuatu yang dapat menyinggung orang lain. Karena dalam
media sosial ini jaringannya sangat luas dan bertahan lama. Pada era yang serba
digital, media sosial dapat diakses dimanapun dan kapanpun, serta konten yang
kita posting akan tetap tersimpan dengan jangka waktu yang panjang.
“Kalau
mau eksis di media sosial harus buat
konten yang menarik. Yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Jangan posting
hal-hal yang tidak penting. Orang juga pasti akan malas melihatnya.” Ucap Duardi.
Tak lupa ia juga mengaskan bahwa dalam bermedia sosial, kesopanan harus tetap
dijaga. Karena bagaimanapun, sesuatu yang kita posting itu mencerminkan diri
sendiri. Jika konten yang kita posting di media sosial saja dianggap annoying, bagaimana orang lain mau
menilai bagus pada kepribadian kita. Jangan karena kebelet eksis, kita malah
membuat kontroversi. That’s not cool,
guys..
Sosok Desi Anwar
memang sudah tidak asing lagi di dunia pertelevisian Indonesia, khususnya pada
bidang jurnalistik. Wanita berkelahiran Bandung, 11 Desember 1962, merupakan seorang
presenter berita terkemuka di Indonesia. Desi memulai kariernya di RCTI,
membawakan acara berita Seputar Indonesia, Nuansa Pagi, Buletin Siang dan Buletin
Malam. Pekerjaan ini ia lakoni sampai tahun 1999, sampai akhirnya ia memutuskan
untuk pindah ke situs portal berita Astaga.com. Pada tahun 2000, dia kembali ke
dunia redaksi televisi dan bergabung dengan stasiun berita pertama di
Indonesia, Metro TV. Di stasiun televisi itu, kini ia menjabat sebagai GM
Marketing and Business Development. Sesekali Desi-pun tampil membawakan acara
di Metro TV, seperti Face to Face with Desi Anwar dan Economic Challenges with
Desi Anwar. Kini ia bergabung sebagai jurnalis di CNN Indonesia yang resmi
mengudara pada tanggal 17 Agustus 2015 yang trpat dengan hari kemerdekaan
Indonesia yang ke-70. Disamping sebagai seorang jurnalis, Desi juga hobi
fotografi dan jalan-jalan. Hobinya itu ia tuangkan dalam buku yang bertajuk A Romantic
Journey: Notebook of A Traveller.
Pada acara Meet Up!
#4 yang diadakan oleh CNN Indonesia di Universitas Tarumanagara pada tangga 28
September 2016 lalu, Desi Anwar berkesempatan untuk hadir dan menceritakan
sedikit pengalamannya di bidang jurnalistik. Wanita yang memulai kariernya pada
tahun 1990 ini bercerita bahwa semenjak munculnya stasiun TV swasta, penonton
di TV nasional menjadi berkurang. Jaman dahulu tidak ada seorang jurnalis yang
boleh meliput ke Istana Presiden, tetapi karena banyak masyarakat yang mulai
menonton siaran TV, akhirnya Presiden-lah yang berkunjung ke stasiunTV tersebut. Seiring berjalannya waktu, banyak
bermunculan stasiun-stasiun TV swasta berikutnya. Kompetisi siaran TV masih
berkisaran pada iklan komersil, oleh karena itu akan berdampak terhadap isi
berita yang akan ditayangkan.
“Karier saya
didalam pertelevisian, semakin banyak informasi yang mereka miliki tentu akan
membuat mereka menjadi kritis saat mereka melihat dan tidak setuju dengan
infromasi yang diberikan, hal ini terjadi pada tahun 1998. Lalu muncul evolusi
bagaimana kita menyiasatinya. Yang terjadi saat ini pada remaja adalah
flegmentasi.” Ucap Desi Anwar. Beliau juga menambahkan bahwa ia tidak
mementingkan eksistensi. Apapun yang dilakukan harus memiliki makna terhadap
diri sendiri dan bagi orang lain, lebih-lebih komunitas.
Pada
hari Sabtu pagi, 24 September 2016, diadakan kegiatan Sosialisasi Misi Amal Tzu
Chi (SMAT) yang ketiga kalinya di Universitas Tarumanegara (UNTAR).
Yayasan
Buddha Tzu Chi adalah organisasi sosial berasal dari Taiwan, berdiri sejak
tahun 1966. Dimulai dengan misi amal, berlanjut ke misi kesehatan, pendidikan,
budaya humanis, bantuan internasional, donor sumsum tulang, pelestarian
lingkungan, dan relawan komunitas. Hingga tahun 2013, Tzu Chi telah tersebar ke
50 negara di 5 benua, memberikan bantuan terhadap orang yang membutuhkan dan
menginspirasi orang yang mampu untuk membangkitkan cinta kasih.
Kegiatan SMAT
pagi itu dihadiri oleh 40 orang mahasiswa UNTAR dan 8 orang relawan Tzu Chi.
Acara yang dimulai pada pukul 09.30 WIB itu diawali dengan sharing tentang
program SMAT. Menjelaskan tentang semangat awal adanya celengan bambu yang juga
menjadi bagian dari program SMAT dan penyalurannya ke masyarakat. Kemudian
dilanjutkan dengan penjelasan tentang program “Like & Share”, menyebarkan
semangat berdana lewat media sosial. Lalu para mahasiswa yang sebelumnya pernah
mengikuti kegiatan SMAT berkesempatan untuk menuangkan uang yang mereka
kumpulkan dalam celengan bambu. Salah satu yang berpartisipasi adalah Anthony
yang memberikan tips untuk menabung dari uang kembalian saat berbelanja.
Setelah itu, para relawan juga mendata dan membagikan celengan bambu kepada
mahasiswa yang belum memilikinya.
Pada
awal pendirinya dana amal Tzu Chi berasal dari 30 ibu rumah tangga yang
menyisihkan 50 sen (jika di rupiahkan sekitar 200 rupiah) uang belanja didalam
celengan bambu untuk membantu orang yang kurang mampu. Dari situlah awal mula
adanya celengan bambu yang setiap hari menabung uang 50 sen dan sejak itu
banyak orang yang berbuat amal melalui celengan bambu.
Dana
yang dikumpulkan celengan bambu untuk membantu sesama yang membutuhkan seperti:
bantuan biaya pengobatan bagi orang-orang yang sakit, bantuan biaya pendidikan
untuk orang-orang yang sangat bertalenta tetapi kurang secara ekonomi, bantuan
biaya hidup untuk kakek dan nenek yang hidup sebatang kara, bantuan bencana:
untuk banjir bandang di garut jumlah korban semakin hari semakin banyak tim
dari tangga darurat tzu chi sendiri juga melakukan dan mempersiapkan bantuan
untuk garut melalui dana dari celengan bambu ini.
Pelaksanaan
bakti sosial kesehatan sejak tahun 1999 sampai Juni 2013 telah diadakan 92 kali
baksos pengobatan skala besar dan telah membantu lebih dari 200 ribu pasien
tidak mampu. Penyebarannya dari ujung Aceh sampai ujung timur di Papua. Selama
10 tahun awal berdiri dengan tujuan misi amal, setiap 10 tahun ke depan
berganti-ganti misi menjadi kesehatan, pendidikan, budaya dan humanis. Hingga
saat ini kembali menjadi misi amal. Pertama kali program SMAT di informasikan
di UNTAR pada November 2015.Program SMAT sudah berlangsung di sekolahan,
perkantoran, perusahaan, pemerintahan, universitas. Tujuan SMAT ini telah di
tertulis dicelengan bambu “Dana Kecil Amal Besar” untuk membantu sesama yang
membutuhkan. Dengan setiap hari kita memasukan dana sama halnya setiap hari
kita berbuat kebajikan untuk membantu orang.
“Niat tulus
bagaikan tetesan air, jika setiap orang memberikan satu tetes, maka kumpulannya
akan menjadi sebuah lautan. Sama halnya dengan dana kecil dari tiap orang, jika
dikumpulkan akan menjadi manfaat
yang besar bagi orang lain.”. Kata
Martha Khosyahri selaku anggota pengurus Tzu Chi yang telah bergabung sejak
2008.
Tidak
dapat semua orang langsung mendapatkan bantuan, survey ketat dilakukan mencegah
adanya memanfaatkan bantuan bagian yang tidak membutuhkan. Dana yang diperoleh
dari orang banyak, dan dipertanggung jawabkan SMAT Tzu Chi. Semua bantuan akan
dialokasikan kepada sasaran yang tepat.
“Kita
pernah mengalami penolakan di padang, tetapi saat ini kita sudah diterima.”Kata
salah satu anggota pengurus Tzu Chi Martha. SMAT sudah tersebar di DKI Jakarta
bagian Barat, Utara, Timur, dan Pusat.
Kegiatan
SMAT Tzu Chi di UNTAR mengenalkan bagi mahasiswa yang belum tahu, perlunya
membantu bagi mereka yang memiliki kelebihan, serta kecukupan dalam
kehidupannya. Mengingatkan bagi mereka yang sudah tahu tujuan dari SMAT Tzu
Chi.
Berikut
adalah video kegiatan SMAT Tzu Chi di UNTAR:
Mungkinkitatidakasinglagidengannama CNN. Ya, CNN merupakansalahsatu media televisi.CNN telahdibukadibeberapanegara, namun
di Indonesia merupakansalahsatutelevisi swasta yang barukeluardiduniapertelevisian.Pada kali ini CNN
menggelar, “CNN Indonesia Meet Up 2016”. Acara ini yang diselenggarakanolehbagian Public
Relation CNN yang bekerjasamadengan BEM FikomUntar, kehadiran CNN Indonesia di UNTAR merupakan ke-4
karena sebelum-sebelumnya telah hadir di kampus lainnya, Rabu (28/9)
siang, di Gedung M lantai 8 UniversitasTarumangara.
Banyakpeserta yang sangatantusiasdengan acara ini, sehingga acara inimencapaikuranglebih 400
peserta.Peserta yang hadirtidakhanyadarikalanganmahasiswasaja, melainkankalanganpekerjamaupunpelajarturutsertadalam acara
ini.Adapunnarasumber yang hadirdalam acara iniPrabuRevolusi,
AnnisaPagih, dan Desi Anwar.Adapun yang dibahasdalam newsroom session
iniialahadaptasijurnalistelevisi di era digital danmenguasai public speaking sebagailangkahawalmenjadiseorang news
anchor.
PrabuRevolusi (lahir di Bandung, Indonesia, 16 Juni 1980; umur 36 tahun)
adalahpembawa acara beritaberkebangsaan Indonesia.Sejak 25 Juni 2015, Prabubergabung di
CNN Indonesia sebagai Senior News Anchor dan Head of Anchor. Di CNN Indonesia,
Iamembawakan program CNN Indonesia Newsroom dan CNN Indonesia
Newsdesk.IasekarangmengajarIlmuKomunikasi di UniversitasParamadina.
Sebelum di RTV, tahun 2008 PrabuRevolusibekerja di
Metro TV membawakanberita Metro Pagi, Editorial Media Indonesia dan Indonesia This
Morning. Kariernya pun meronjakhinggamenjadipenyiarberitadalam acara pagi 8-11 show.Prabuadalah alumni InstitutTeknologi Bandung.Sebelumbekerja di
Metro TV, Prabusempatbekerja di Trans TV.Ia juga menulissebuahbukuSecangkir Kopi
Inspirasi. Prabudikaruniaidua orang putra, KaisarPrabuditya Putra RevolusidanFauziKhaleev Putra
Revolusi.Sejak 3 Mei 2014, diabersamaMehulikaSitepumenjadipenyiarberitautamadalam acara Lensa Indonesia Pagi di RajawaliTelevisidanbertanggungjawabsebagai
Executive Producer. Tanggal 25 Juni2015,PrabuRevolusibergabungbersama CNN Indonesia danmembawakan program CNN
Indonesia Newsroom & CNN Indonesia Newsdesk di channel CNN Indonesia
“Era digitalisasiitu era yang tidakbiasdihindarkan.Banyakteorikomunikasisudahmulaimendalami era
new media. Proses peralihan media konservatifke media baruinisedangberjalan.
Media barumemilikiperilaku yang berbedadari media konservatif.Media konservatifmemiliki
behavior/tujuanmengumpulkan orang di satutempatdanmerekamenikmatinyabersama-sama, sedangkan
new media ituadadimana-mana. Media barubersifatindividualistik, semua orang dapatmengakseshal yang samaditempat yang
berbeda. Munculnya new media initidakbisa dihindarkan, di Indonesia sendiribahkansudahmulaidibuatpenyiaran
digital danakanmulaidirealisasikantahun 2019. Industri sudahharusmempersiapkandiriuntukdunia digital karenamasyarakatsudahberubahke era
digital, tinggalindustrinyasaja yang harusmulaidipersiapkan.” ungkap Prabu Revolusi.
Public Speaker yang Impresion harus bisa
mengontrol emosi. “Saya yakin seorang Mario Teguh yang super katanya. Pertama kali
awalnya datang pasti tegang. Coba berani bersyukur pada saat tegang, tujuannya
untuk melatih mental.” ujar Prabu.
Adapun Harapan “menjadijurnalisitubiasmenjadiprofesisemua orang.
Tidakpeduliumur, gender danhobi, kalian biasmenjadiseorangjurnalis.As long as you
know how to be a good journalist.Semoga event inibiasmemberikansedikitpencerahankepadasemua agar biasmenjadiseorangjurnalis.” tambah Prabu.